
INDRAMAYU, JABAR, BN-Komando Rayon Militer (KORAMIL) 1614/Anjatan merupakan salah satu jajaran Koramil dibawah KODIM 0616/Kabupaten Indramayu. Saat ini jabatan Komandan KORAMIL 1614/Anjatan dijabat Kapten CZI Samsudin. Mempererat tali silaturahim dan menjalin hubungan kerjasama media Bidik Nasional dengan Koramil 1614/Anjatan,Kabupaten Indramayu. Hubungan dan kerjasama dengan media sangat penting dan strategis untuk mendukung kelancaran tugas pokok TNI Angkatan Darat, khususnya dalam hal penyampaian informasi publik yang diperlukan masyarakat selama ini. Pendekatan secara informal yang dilakukan wartawan BN dengan Danramil beserta jajarannya lebih baik dan lebih mudah diterima antara lain dengan cara berdiskusi dan bincang-bincang. Lebih lanjut Kapten CZI Samsudin menjelaskan tentang Bintara Pembina Desa (BABINSA) TNI AD yang ditugaskan ke desa adalah merupakan satuan teritorial TNI AD paling bawah yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Bintara Pembina Desa berkewajiban untuk melaksanakan pembinaan teritorial,secara pokok tugas-tugas mereka meliput mengumpulkan dan memelihara data pada aspek geografi,demografi,hingga sosial dan potensi Nasional diwilayah kerjanya. Hal ini meliputi banyak aspek yaitu aspek SDM,SDA,sarana prasarana dan infrastruktur diwilayah binaannya, semua ini sebagai wujud pengabdian kepada Bangsa dan Negara,”pungkasnya. Saya senang dan berterima kasih kepada semua jajaran Koramil 1614/Anjatan terutama kepada Bpk. Kapten CZI Samsudin (Danramil) selama ini lebih dekat dengan masyarakat khususnya masyarakat Desa Sukra yang selalu memberikan saran dan masukannya kepada warga. Peran aktif Babinsa AD dapat dirasakan yang selalu siap bersama-sama pemerintah desa dan warga untuk mewujudkan Indramayu Mulih harja menuju masyarakat Indramayu yang religius,maju,mandiri dan sejahtera,tutur Damhuri Kuwu Desa Sukra. Hal yang sama juga disampaikan Karto warga Desa Cilandak Lor, saya berterima kasih kepada Babinsa AD yang selalu siap bersama warga ikut membantu para petani dan pemerintah desa untuk turun kelokasi tanah sawah yang selama ini tanah sawahnya belum terairi dan kekeringan. (Runata)